Laman

Minggu, 17 April 2011

MILLAD....


Seminggu kemarin  agenda saya kosong melompong ,bagaikan pipa air yang tak dialiri air. Hanya udara yang bergerak bebas dalam kehampaan dan kegelapan. , berbeda dengan hari ini dan 2 hari yang lalu, acara dauroh Top Manajement  atau yang sekarang berubah menjadi Dauroh Kabinet,,lumayan menyibukkan saya. Wlaupun berangkat dengan rasa kekecewaan yang memuncak. Tapi dengan niat yang lurus hanya untuk Allah langkah ini diayunkan, Alhamdulilah tak pernah keluar satu kata pun dari mulut saya yang membuat saudari2ku mengetahui isi hati saya dan melukai perasaan mereka. alhamdulilah dauroh TM selesai dan yang lebih menyenangkan adalah ketika kekecewaan dan perasaan2 yang lainnya ikut hilang dan pergi seiring berakhirnya dauroh
ini, sekarang yang tinggal di hati saya hanyalah perasaan kasih sayang, pengertian, dan persaudaraan .semuanya berkembag seperti  mekarnya bunga yang menebar wewangian di sekelilingnya,,,,,(he…. sedikit hiperbola) mudah-mudahan penyakit hati ini tidak akan pernah menghinggapi hati saya lagi… amien ya rabb

Rabu, 13 April 2011

Thank You Allah .......


I was so far from you
Yet to me you were always so close
I wandered lost in the dark
I closed my eyes toward the signs
You put in my way
I walked everyday, further and further awa
y from you
O Allah, you brought me home

Sabtu, 09 April 2011

like the moment

Pagi ini dimulai dengan seuntai doa , berharap diberi kemudahan dalam mengerjakan semua soal. Konsentrasi, dan foKus , 90 menit waktu yang di berikan dosen untuk mengerjakan 10 soal essay tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)  ini.


“Bismilah”  ku buka lembaran pertama , pena yang kupegang langsung saja menyambar setiap Serat serat kertas dan menorehkan tinta  dengan lues-nya .sebenarnya soal yang saya hadapi ini diluar perkiraan  karna apa yang saya pelajari  berbeda jauh dengan soal ini . tapi saya tau hanya Kekuatn doalah yang mampu melakukan ini. Doa orangtualah yang saya rasakan membantu saya hari ini… karna  mereka satu2nya alasan mengapa saya ingin sekali hidup sukses, hanya semata-mata untuk membahagiakan kedua orang tua. Tak lebih,…,. karna saya tau  kegemerlapan hidup ini hanya permainan dan hanya sementara,, untuk apa sulit2 belajar hanya untuk secarik kertas yang dengannya dimulailah permainan dunia untuk mengejar sesuatu yang fana. Kalau bukan untuk mu Bapa , Mama,, dan karna menuntut ilmu merupakan ibadah padamu ya Rabb, enggan rasanya ku laukan semua ini.